
BATANGHARI – SMP Muhammadiyah Al-Ghifari kembali menorehkan tinta emas di tingkat kabupaten. Dalam perhelatan Lamtim Sustainability Week 2026, sekolah ini berhasil mengamankan gelar tertinggi sebagai “Sekolah Lestari Mandiri” pada kategori Green School. Penghargaan prestisius ini diserahkan secara resmi dalam malam Anugerah Komunitas Lestari Lampung Timur yang berlangsung di Lapangan Merdeka Bandar Sribhawono pada Sabtu (18/4). Gelaran ini sekaligus menjadi bagian dari kemeriahan hari jadi Kabupaten Lampung Timur yang ke-27.
Keberhasilan ini didasarkan pada penilaian objektif tim kurator yang memberikan skor sangat tinggi, yakni 100,2 dengan tingkat ketersesuaian mencapai 95%. Berkat pencapaian tersebut, SMP Muhammadiyah Al-Ghifari berhak menyandang status sekolah ramah lingkungan ini hingga 31 Desember 2029.
Pencapaian ini bukanlah hasil instan. Sekolah telah melalui proses verifikasi lapangan yang sangat ketat sejak awal tahun, tepatnya pada 27 Januari 2026. Dalam kunjungan tersebut, tim penilai membedah berbagai instrumen lingkungan hidup, meliputi ketersediaan ruang terbuka hijau, sistem sanitasi dan air bersih, pemanfaatan energi terbarukan, manajemen limbah, hingga terciptanya ruang belajar yang nyaman.
Inovasi yang dikembangkan pihak sekolah dinilai melampaui ekspektasi standar, sehingga mereka layak menyandang predikat “Mandiri”—kasta tertinggi dalam kategori sekolah lestari.
Kepala SMP Muhammadiyah Al-Ghifari, M. Romadona, S.Pd., menyampaikan rasa haru dan bangga atas dedikasi seluruh staf pengajar. Beliau menyatakan:
“Bismillah, kabar bahagia untuk kita semua keluarga besar SMP Muhammadiyah Al-Ghifari. Alhamdulillah, sekolah kita ditetapkan sebagai Sekolah Lestari Mandiri dengan nilai fantastis 100,2 (95 persen). Pencapaian ini adalah kado indah atas perjuangan ustadz dan ustadzah yang luar biasa. Terima kasih telah bergerak bersama, bekerja tanpa lelah, dan menjaga semangat ‘Lestari’ di setiap sudut sekolah kita.”
Ia juga mengingatkan agar seluruh tim tetap konsisten dalam menjaga amanah ini. “Saya bangga memiliki tim sehebat antum semua. Teruslah menginspirasi, karena predikat ini adalah amanah bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik bagi generasi mendatang. Jazakumullah khairan katsiran,” tambahnya.
Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, M.E., M.A.P. t, menekankan pentingnya sinergi kolektif dalam isu ekologi. Terkait gerakan pelestarian ini, beliau berpesan:
“Menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan.”
Beliau juga mendorong agar sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga pendidikan terus ditingkatkan agar inovasi-inovasi hijau tidak berhenti di tingkat kompetisi saja, melainkan menjadi gaya hidup. “Melalui kolaborasi yang baik, saya yakin kita dapat mewujudkan Lampung Timur sebagai daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga lestari secara lingkungan,” pungkasnya.
Sekolah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu di dalam kelas, melainkan laboratorium peradaban di mana siswa diajarkan cara berinteraksi dengan sesama manusia (hablum minannas) dan cara memuliakan alam semesta (hablum minal ‘alam). (NAT)


